Outlook IHSG & analisa saham 15/10/15

IHSG posisi 13/10/15

IHSG Composite dalam posisi retracing dari fibo level 38.2% di area sekitar 4.630, pullback ini sementara menuju area sekitar 4.410 (Fib 23.6%) dan akan menguji support MA20 sebagai pola throwback dari breakout area bullish medium term dari mark MA50 sebagai patokannya. Pullback ini masih berpotensi lanjut, bisa juga hingga ke wilayah MA20, antisipasi entry melihat perkembangan posisi candle di area tersebut nantinya

IHSG

Saham Perbankan : BBRI, BBCA & BBNI

Target beberapa saham perbankan sudah tercapai, market perlu bernafas maka profit taking (retracement) pun terjadilah. BBCA closing target di posisi MA dan target trendline sedang BBRI & BBNI di posisi resisten dari previous high. Inilah antisipasi dengan strategi swing trade, dimana uptrend pasti akan di challenge barisan target seller menilai trend yang berusaha masuk area bullish

BBCA BBNI BBRI

BISI & JPFA

BISI membentuk bearish wedge, umumnya antisipasi breakout ke bawah untuk lanjutan downtrend, contrarian bisa melakukan short swing saat di posisi support di wedge, tetap harus dengan sinyal candle yang menunjang dan kembali harus berkalkulasi soal RRR

BISI

JPFA dalam posisi retracement setelah target resistent tercapai, sementara stoploss di jaga di posisi low candle sebelumnya, bila masih dalam posisi ada baiknya mengamankan posisi, menunggu candle sinyal berikutnya

JPFA

 

Saham Properti : KIJA, MDLN & SMRA

Sektor properti melakukan retracement dulu sementara ini, terlihat di grafik KIJA MDLN & SMRA pullback dari resisten MA, trend sendiri belum sepenuhnya bullish uptrend, swing trade dengan target profit merupakan pilihan sementara; next kita menunggu sinyal dan comeback berikutnya, baik dengan rebound pattern ataupun breakout candle untuk masuk posisi lagi

KIJA MDLN SMRA

PGAS

PGAS ternyata di-challenge para seller di area resisten MA, trader agresif mesti menjaga posisi exit mengantisipasi baliknya posisi candle ke bawah area MA, idealnya ada sebuah resting di wilayah ini untuk membuat sebuah entry line atau sebuah entry candle. Potensi tetap ada di PGAS, yang diperlukan adalah kesabaran dan konfirmasi

PGAS

SRIL

Perlu berhati-hati melihat posisi price action SRIL, kelihatan bergerak masuk wilayah bearsih lagi, volume tidak mendukung upswing sebulan terakhir dan masih terus ‘drying up’, posisi harga sedang membentuk pola double top ke dua. MACD juga menjelang dead cross dengan posisi negative divergence, ini sebuah bearish setup yang cukup jelas

SRIL

Untuk teman trader yang menggunakan apps TELEGRAM, bisa mengikuti feed dan ulasan menarik selanjutnya di  https://telegram.me/alphatrader

-alpha trader-

Antisipasi dalam trading : kasus saham SRIL

Dengan mengenali pola-pola dalam technical analysis secara baik, seorang trader dapat mengetahui dengan probabilitas tinggi, kapan harus exit dalam suatu posisi trading. Kenapa tidak disebut pasti, karena banyak kemungkinan outcome dari sebuah entry posisi ; tugas seorang trader bukanlah menebak-nebak tapi mengantisipasi, berusaha mendapatkan yang terbaik dari suatu kalkulasi dalam proses decision making, memaksimalkan profit dan pastinya menghindari terjebak dalam suatu posisi yang tidak menguntungkan.

SRIL down

Contoh studi kasus SRIL telah dibahas di grup komunitas ALPHA sejak 30 Juli, memungkinkan para trader mengantisipasi secara dini dan exit sebelum rontoknya saham ini. Bursa saham bisa sangat tidak bersahabat bila dalam posisi bearish.

SRIL FB

 

Alpha Trading Group

Halo trader, selamat datang di Alpha Trading Group!

workshop-alpha-teknikal-analisis-jakarta

Alpha Trading Group¬†(atau ALPHATRADER) adalah komunitas online trading saham yang menggunakan Technical Analysis (TA) sebagai dasar dalam pemilihan saham. Didirikan oleh Bpk. Aswin Lukman, seorang trader saham yang juga telah berpengalaman sebagai trainer pelatihan investasi saham sejak tahun 2008. Komunitas ini terbentuk karena banyaknya minat dari para trader saham yang menyatakan keseriusannya ingin mempelajari analisa teknikal saham secara mendalam. Continue reading “Alpha Trading Group”